Warga Desa Bendosari Kini Bisa Tukar Sampah dengan Uang di Basamdes, Simak Penjelasannya!

Desa Bendosari, 3 Agustus 2024 – KKN TIM II UNDIP di Desa Bendosari, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, kembali menunjukkan komitmennya terhadap pemberdayaan masyarakat dengan menginisiasi program Bank Sampah Desa (Basamdes). Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 3 Agustus 2024 ini dihadiri oleh sekitar 40-50 orang, termasuk Perangkat Desa, pengurus RT/RW, dan masyarakat setempat.

Masalah pengelolaan sampah di Desa Bendosari telah menjadi perhatian utama masyarakat. Selama ini, kurangnya tempat penampungan sampah memaksa warga untuk memilih antara membiarkan sampah menumpuk atau membakarnya. Kedua opsi ini menimbulkan berbagai dampak negatif, baik dari segi lingkungan maupun kesehatan. "Jika dibiarkan, sampah bisa menimbulkan penimbunan yang mengganggu kebersihan lingkungan. Namun jika dibakar, polusi udara akan meningkat, dan ini jelas berbahaya," ujar seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya.

Kegiatan Basamdes diawali dengan penyuluhan yang menyeluruh tentang konsep Bank Sampah Desa kepada Perangkat Desa dan pengurus RT/RW se-kelurahan. Penyuluhan ini tidak hanya memberikan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik, tetapi juga memberikan solusi konkret bagi permasalahan yang dihadapi. Dalam penyuluhan tersebut, dijelaskan bagaimana Basamdes dapat menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah, dengan memilah sampah organik dan anorganik untuk kemudian didaur ulang atau dimanfaatkan lebih lanjut.

Kepala Desa Bendosari, dalam sambutannya, mengapresiasi inisiatif KKN TIM II UNDIP. "Kami sangat mendukung kegiatan ini karena pengelolaan sampah yang baik adalah kunci untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih. Program ini juga menunjukkan kepedulian mahasiswa terhadap masalah yang dihadapi masyarakat desa," ungkapnya.

Setelah penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan penempatan Bank Sampah Desa di tiga kebayanan yang berbeda. Penempatan ini diharapkan dapat menjadi titik awal bagi masyarakat untuk mulai menerapkan kebiasaan baru dalam mengelola sampah. "Dengan adanya Basamdes di setiap kebayanan, kami berharap masyarakat lebih mudah untuk membuang sampah pada tempatnya dan turut menjaga kebersihan lingkungan," tambah Kepala Desa.

Program Basamdes ini juga mendapat sambutan positif dari masyarakat. Salah satu pengurus RT yang hadir dalam kegiatan tersebut menyatakan, "Inisiatif ini sangat membantu kami dalam mengatasi masalah sampah di desa. Dengan adanya Bank Sampah, kami bisa lebih mudah mengumpulkan dan memilah sampah, sehingga lingkungan kami tetap bersih dan sehat."

Keberhasilan program ini tidak hanya terletak pada penempatan Bank Sampah, tetapi juga pada upaya KKN TIM II UNDIP untuk terus mengedukasi masyarakat. Melalui update status kegiatan di media sosial, tim KKN berharap pesan tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik dapat menjangkau lebih banyak orang dan menginspirasi desa-desa lain untuk melakukan hal serupa.

Sebagai bentuk dukungan tambahan, KKN TIM II UNDIP juga menyediakan tempat sampah khusus untuk sampah organik dan anorganik di setiap kebayanan. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat dapat lebih mudah memisahkan sampah sejak dari rumah, sehingga proses pengelolaan di Bank Sampah menjadi lebih efisien.

Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap lingkungan, Basamdes di Desa Bendosari diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk masalah sampah. Inisiatif ini tidak hanya membantu mengurangi polusi dan penumpukan sampah, tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana kerja sama antara mahasiswa dan masyarakat dapat menghasilkan perubahan positif bagi lingkungan.

 

Penulis : Mahasiswa Tim II KKN Undip 2023/2024

Pembimbing : Ardina Nur Amalia, S.H., M.H.