Mahasiswa KKN Undip dan Kelompok Wanita Tani Desa Bendosari Mengolah Serai menjadi Spray Anti Nyamuk

Desa Bendosari, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo(26/07/24)-Dalam upaya mencegah permasalahan deman berdarah di Desa Bendosari, TIM Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2 Universitas Diponegro (UNDIP) tahun 2023/2024 mengadakan penyuluhan dan pelatihan mengenai pembuatan spray anti nyamuk dari serai. Di Desa Bendosari, Serai banyak ditanam bahkan ada tanaman serai di rumah warga Desa Bendosari dan bahkan ada yang ditanam di pingir jalan raya. Hal ini dilakukan untuk mengatasi deman berdarah. Untuk itu, nurul memberikan cara pembuatan spray anti nyamuk yang bisa dibawa kemana saja dengan bahan alami yaitu serai.

Oleh karena itu, kegiatan penyuluhan dan pendampingan pengolahan Serai menjadi spray anti nyamuk dilakukan oleh salah satu mahasiswa KKN, Nurul Nur Chayaati. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mengelola tanaman serai menjadi spray anti nyamuk. Nurul, yang saat ini menempuh studi di Jurusan Kimia, Universitas Diponegoro, memandang jika serai selain digunakan sebagai minuman herbal dan bumbu masakan. Serai juga bisa menjadi obat anti nyamuk karena serai mengandung minyak atsiri dengan komponen utama seperti sitronela dan geraniol yang efektif mengusir nyamuk. Penelitian menunjukkan bahwa minyak atsiri dalam serai dapat menghalangi kemampuan nyamuk untuk mendeteksi bau tubuh manusia, sehingga mengurangi kemungkinan gigitan. Pembuatan semprotan anti nyamuk dari serai cukup sederhana. Dengan mencampurkan ekstrak minyak serai dengan air dan sedikit alkohol, kita dapat menghasilkan semprotan yang efektif dan aman digunakan. Kegiatan ini dimulai pada pukul 09.30 WIB, yang dihadiri oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Bendosari.

Dalam penyuluhan tersebut, Nurul memaparkan berbagai materi mengenai kandungan serai, cara pembuatan serta manfaatnya. Lingkungan bersih dan bebas genangan air adalah langkah awal pencegahan. Sayangnya, banyak yang masih bergantung pada penggunaan obat nyamuk berbahan kimia untuk melindungi keluarga dari gigitan nyamuk. Penggunaan obat nyamuk berbahan kimia memang efektif dalam jangka pendek, namun tidak tanpa risiko.

Beberapa bahan kimia dalam obat nyamuk, seperti DEET (N,N-Diethyl-meta-toluamide), dapat menyebabkan iritasi kulit, gangguan pernapasan, dan bahkan masalah kesehatan yang lebih serius jika digunakan dalam jangka panjang atau pada dosis tinggi. Terlebih lagi, anak-anak dengan kulit yang lebih sensitif sangat rentan terhadap efek samping ini.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan bahaya demam berdarah dan alternatif alami untuk pencegahannya, diharapkan kasus demam berdarah dapat ditekan. Spray anti nyamuk dari serai digunakan sebagai solusi alami, memberikan harapan baru dalam menjaga kesehatan dan keselamatan warga dari ancaman penyakit yang disebabkan oleh nyamuk.

 

Penulis : Nurul Nur Chayaati/Kimia/Undip

Pembimbing : Ardina Nur Amalia, S.H., M.H.