AKIBAT KURANGNYA LAHAN “BUDIDAMBER” MENJADI SOLUSI INOVASI UNTUK MEMBUDIDAYAKAN IKAN HANYA DI RUMAH SAJA OLEH MAHASISWA KKN UNDIP

Sukoharjo, 13 Agustus 2024 – BUDIDAMBER adalah teknik budidaya ikan ramah lingkungan yang memadukan antara budidaya ikan dan sayuran dengan menggunakan sarana ember sebagai wadah budidaya ikan serta memanfaatkan air media budidaya untuk tumbuh kembang tanaman sayuran. BUDIKDAMBER menjadi sangat relevan di kondisi dan situasi wilayah padat penduduk karena dapat dilakukan di lahan yang sempit, menjadi sumber protein, dan mengolah kembali limbah yang dihasilkan dari budikdamber itu sendiri. BUDIKDAMBER sangat menguntungkan dan menghemat energi karena tidak perlu suplai oksigen maupun sirkulasi air kolam. Pembuatannya juga sangat sederhana, murah, dan tergolong mudah. BUDIKDAMBER ini juga hemat tempat karena 1 ember ini bisa menampung sekitar 60 ikan lele dan 12 kangkung.

MENGAPA BUDIDAMBER?

Penggunaan BUDIDAMBER sangat menguntungkan, karena alasannya yang PERTAMA yaitu, hemat ruang. BUDIDAMBER sangat cocok untuk area dengan ruang terbatas, seperti rumah dengan halaman kecil dan bisa ditempatkan di mana saja. KEDUA yaitu hemat biaya, peralatan yang diperlukan untuk BUDIDAMBER relatif murah dan mudah ditemukan dan tidak memerlukan investasi besar dalam infrastruktur. Alasan yang ketiga adalah perawatannya yang tergolong mudah, BUDIDAMBER memerlukan perawatan yang lebih sedikit dibandingkan dengan metode budidaya ikan yang lebih besar. Dan penggantian air dan pemberian pakan dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Alasan yang berikutnya yaitu BUDIDAMBER sebagai pelopor peningkatan ketahanan pangan, Dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan di rumah tangga yang menyediakan sumber protein segar dan  mudah diakses.

Berdasarkan situasi yang dihadapi Desa Bendosari, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo Caretta Trisari Vidyaningrum selaku mahasiswa KKN TIM II UNDIP Periode 2023/2024 melakukan program Peltihan Pembuatan BUDIDAMBER (Budidaya Ikan Dalam Ember) kepada ibu-ibu KWT (Kelompok Wanita Tani) yang ada di desa Bendosari Kecamatan Bendosari Kabupaten Sukoharjo.

Program ini merupakan solusi untuk Masyarakat yang ingin membudidayakan ikan sekaligus dengan sayur tanpa memerlukan lahan yang luas. Program ini juga dapat menjadi salah satu bahan pangan darurat yang tersedia di rumah ketika sedan gada keadaan yang tidak memungkinkan untuk beraktifitas diluar rumah.

Pelatihan dilakukan dengan memberikan panduan pembuatan dan perawatan BUDIDAMBER serta memberikan informasi berupa manfaat dan keuntungan dari BUDIDAMBER. Berikut merupakan panduan pembuatan dan perawatan BUDIDAMBER

Alat daan Bahan:

  • Ember 80 L
  • Bor * Solder
  • Net Pot/Gelas Cup
  • Rockwool/Areng
  • Kran
  • Jaring Kawat
  • Kabel Ties
  • Bibit Kangkung
  • Bibit Lele
  • Pakan Ikan

Langkah Pembuatan

  1. Tutup ember dilubangi sebanyak 12 lubang dengan diameter 8 cm menggunakan bor atau solder yang berfungsi sebagai tempat netpot berdiri.
  2. Lubangi bagian tengah tutup ember dengan ukuran yang lebih besar dan dipasang jarring kawat yang berfungsi untuk tempat pemberian pakan dan mengontrol ikan.
  3. Pada bagian bawah ember dilubangi dengan ukuran sesuai kran kemudian kran dipasang hingga rapat dan tidak bocor, kran ini berfungsi sebagai tempat pembuangan air.
  4. Lubangi pada bagian dibawah tutup ember sekecil mungkin yang berfungsi untuk mengalirnya air jika air kepenuhan.

Tips Penyemaian Tanaman

  • Siapkan semua rockwool dan dibasi supaya lembab
  • Setiap 1 rockwool diberi lubang sebanyak 5 lalu letakkan biji kangkung satu persatu kelubang.
  • Letakkan rockwool diatas nampan atau sejenisnya dan diberi air sedikit supaya rockwool tetap lembab sehingga biji kangkong bisa tumbuh subur.
  • Lakukan penyiraman sedikit demi dikit pada setiap rockwool dan dijemur pada sinar matahari (JANGAN LANGSUNG TERKENA SINAR MATAHARI LANGSUNG) pada pagi hari saja.
  • Lalukan penyiraman selama 1 minggu dan dilakukan pemantauan pada saat penyemaian supaya pertumbuhan biji kangkong bagus.
  • Setelah 1 minggu rockwool dipindahakan pada ember yang sudah ada netpotnya diatas. Netpot berfungsi sebagai wadah media rockwool.

Praktek dilakukan Setelah 1 Minggu Penyemaian

  1. Ember diberi air bersih hinggga penuh
  2. Lalu masukkan bibit ikan lele size 5-7 cm sebanyak 50 (size dan kepadatan ikan bebas masing-masing) (anak akuakultur harus sudah paham)
  3. Ember kemudian ditutup menggunakan penutup yang sudah dimodifikasi atau dilubangi
  4. Letakkan netpot pada setiap lubang penutup
  5. Ambil bibit kangkung yang sudah disemai selama 1 minggu dan pindahkan pada setiap netpot
  6. Selanjutnya dilakukan pemantauan atau monitoring setiap hari pada budikdambaer (pemberian pakan, pengecekan air, pengecekan pertumbuhan tanaman)
  7. PENTING (WAKTU AWAL NARUH ROCKWOOL PADA NETPOT JIKA ROCKWOOL TIDAK TERKENA AIR LUBANG DISMAPING KANAN KIRI BISA DITUTUP PAKEK LAKBAN DAN JIKA SUDAH MULAI MUNCUL AKAR DAN NYENTUH AIR LAKBANNYA BISA DILEPAS)
  8. (WAKTU NUTUP LUBANG ATAU PEMBERIAN AIR PASTIKAN ROCKWOOL TIDAK TERENDAM BANGET SAMA AIR TETAPI TERENDAM PADA BAGIAN BAWAH SAJA SUPAYA TIDAH MEMBUSUK AKARNYA)
  9. Lakukan pergantian air jika air dalam ember sudah mulai keruh atau bau tidak sedap dan ikan mulai timbul keatas, pergantian air bisa dilakukan selama 2 minggu sekali dengan cara membuka kran bawah kemudian diisi Kembali menggunakan air bersih (pergantian air tidak total tetapi 50-60%)
  10. Jika sudah berjalan selama 3 / 4 minggu ikan lele bisa dilakukan penyotiran supaya kepadatannya berkurang sehingga pertumbuhannnya bisa optimal lagi.

Tips Pemeliharaan BUDIDAMBER

  • Wadah ember ditempatkan di tempat yang disinari matahari secara maksimal
  • Bila tanaman terdapat hama atau kutu, maka segera buang daun atau batang
  • Memisahkan lele jika terkena jamur karena dapat menular pada lele yang lain
  • Melakukan sortir ikan lele yang berukuran besar karena bersifat kanibal
  • Melakukan pergantian air apabila sudah berwarna hijau dan bau secara berkala
  • Pemberian pakan dilakukan 2 kali dalam sehari
  • Mengamati nafsu makan ikan dan pertumbuhan tanaman kangkong setiap harinya

Tata Cara Panen Ikan Lele

Pemanenan dapat dilakukan dalam jangka waktu 2 bulan dan SR mencapai 50-100%

  • Buang air yang ada di dalam ember
  • Siapkan jarring untuk menagkap ikan lele
  • Pindahkan pada wadah yang sudah disiapkan

Tata cara Panen Kangkung

  • Panen kangkong dilakukan 14-21 hari sejak melakukan penanaman
  • Potong kangkung dan siapkan bagian bawah tunas untuk pertumbuhan Kembali
  • Panen selanjutnya umumnya berjaka 10-14 hari sekali dan dapat bertahan kurang lebih 4 bulan

 

Penulis: Caretta Trisari Vidyaningrum/Akuakultur/FPIK/UNDIP

Dosen Pembimbing : Ardina Nur Amalia, S.H., M.H.